(Sharing 1): Industri Jasa Pelayaran

Selamat pagi sahabat blogger. Well, setidaknya ini masih pagi untuk waktu Indonesia Barat, Jakarta, masih pagi bagi jejaka yang menikmati hari minggu dengan cara tidur lebih panjang sehingga bangun lebih siang.

Pagi ini saya akan mencoba berbagi beberapa pemahaman yang saya dapat masa kuliah, tentang perusahaan pelayaran, harapannya dengan berbagi adalah bisa berguna bagi orang lain dan juga mengingat kembali materi tersebut.

  1. Industri Jasa Pelayaran

Map FeederPengertian Industri Jasa pelayaran adalah mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan jasa angkutan laut, baik angkutan penumpang maupun angkutan barang.  Jasa pelayaran sendiri ditentukan berdasarkan beberapa macam tipe yaitu :

  • Berdasarkan Jenis Jasa :
    • Pelayaran Tetap (Liner Service) : pelayaran yang dijalankan secara tetap dan teratur, baik dalam hal keberangkatan maupun kedatangan di pelabuhan, trayek yang dijalani, tarif angkutan dan syarat-syarat perjanjian pengangkutan. Keuntungan pelayaran jenis ini adalah memenuhi kebutuhan bagi cargo owner, mempunyai carrier yang tetap dan lebih mudah diramalkan dan diadakan preplanning dan Voyage Calculation. Sedangkan kerugiannya adalah membutuhkan organisasi yang lebih kompleks, harus ada balanced trade terutama untuk liner container, dan Dibutuhkan jumlah armada yang besar.
    • Pelayaran Tidak Tetap (Tramper) : Pelayaran tidak tetap merupakan pelayaran yang tidak terikat oleh ketentuan formal apapun yang baik menyangkut wilayah operasi, trayek yang dijalani, tarif yang berlaku, maupun persyaratan dan ketentuan perjanjian pengangkutan. Keuntungan pelayaran jenis ini adalah kapal hanya menyinggahi pelabuhan yang mempunyai prospek muatan cukup,  pelabuhan yang disinggahi kurang, tetapi muatan yang diangkut cukup banyak, dan struktur organisasi sederhana. Sementara kerugiannya adalah tidak mempunyai cargo owner yang tetap, dan ada kemungkinan berlayar dalam keadaan kosong menuju satu pelabuhan muat.
    • Pelayaran feeder (pengumpan) : Pelayaran yang menggunakan kapal container dengan ukuran dan kapasitas lebih kecil, antara 600-800 TEUS melayari jalur pelabuhan pegumpul (HUB port) ke pelabuhan pengumpan (SPOKE port) atau sebaliknya.
  • Berdasarkan Jangkauan Pelayarannya :
    • Pelayaran Lokal : Adalah jenis usaha pelayaran yang menghubungkan antara dua lokasi berbatasan selat, sungai, ataupun danau.
    • Pelayaran Nusantara (Interisland): Adalah jenis usaha pelayaran dengan rute menghubungkan pulau – pulau dengan berbatas perairan nasional di suatu negara.
    • Pelayaran Samudera (Oceangoing) : Adalah jenis usaha pelayaran dengan rute antar / beberapa negara.
  • Berdasarkan Jenis Barang :
    • Pelayaran Petikemas : Adalah jenis usaha pelayaran yang mengangkut barang dalam bentuk kontainer.
    • Pelayaran Curah Cair : Adalah jenis usaha pelayaran yang mengangkut muatan dalam bentuk curah cair, contohnya adalah kapal tanker.
    • Pelayaran Curah Padat : Adalah jenis usaha pelayaran yang mengangkut muatan curah padat, contohnya kapal pengangkut semen, batubara, dan gandum.
    • Pelayaran Kapal Barang (general cargo): Adalah jenis usaha pelayaran yang mengangkut muatan barang – barang umum, tanpa kemasan khusus, dan berbagai tipe barang. Pelayaran kapal tipe ini biasanya melibatkan banyak tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan menggunakan crane untuk proses bongkar muatnya.
    • Pelayaran Penumpang : Adalah jenis usaha pelayaran yang mengangkut manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Contohnya adalah kapal Ferry Roll on – Roll of (RoRo), kapal penumpang, dan speedboat.
  1. Usaha & Struktur Organisasi Terkait Pelayaran

Selain usaha pokok bidang pelayaran sebuah perusahaan pelayaran dapat bertindak sebagai agen (mengageni) kapal, bertindak sebagai wakil pemilik kapal. Jasa – jasa yang bisa dilakukan adalah :

  • Port information, cargo prospect
  • Ship husbanding
  • Cargo collection untuk kapal principal
  • Freight collection dan administrasi disbursement kapal principal

Selain usaha keagenan, para pengusaha pelayaran juga bisa melakukan jasa lainnya seperti :

  • Usaha bongkar muat
  • Usaha repair kapal
  • Usaha forwarding
  • Jasa transportasi
  • Depo container
  • Transhipment
  • Penyewaan alat bongkar muat
  • jasa pengurusan dokumen pengapalan

Untuk struktur organisasinya sendiri tentunya akan relatif berbeda sesuai dengan jenis jasa yang ditawarkan. Semakin banyak bidang jasa pelayaran yang dikelola maka semakin besar organisasi dari perusahaan pelayaran tersebut. Sebagai gambaran berikut saya tampilkan contoh struktur organisasi sebuah perusahaan pelayaran internasional dengan cakupan usaha yang luas :

Chart Pelayaran

Sementara itu dulu yang bisa dibagi dalam dunia maya ini, berhubung memang matahari sudah tinggi dan hari ini saya ada agenda lain. Semoga bisa bermanfaat bagi warga netizen semua, sampai jumpa di tulisan – tulisan berikutnya. Cheers n beers!

Jakarta – 12 October 2014 – 9:41 am

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: